Wednesday, 20 March 2013

Sensasi dan Persepsi


Pada postingan kali ini saya akan membahas tetang Sensasi dan Persepsi . Saya juga akan mencoba menguraikan contoh – contoh sensasi dan persepsi berdasarkan pengalaman yang saya alami.
Di dalam kehidupan kita sebagai individu, sensasi dan persepsi merupakan hal yang selalu berkaitan. Pada proses penerimaan informasi bagi individu, proses yang paling awal ialah sensasi. Lalu diikuti dengan proses persepsi. Apa itu Sensasi dan Persepsi?

Sensasi adalah proses penerimaan informasi melalui alat indera. Sensasi  Berasal dari kata sense, yang berarti alat indra, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Kita telah mengenal 5 alat indera, yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba dan perasa. Alat indera inilah yang menjadi penghubung dalam proses sensasi dan persepsi.  Fungsi alat indra dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Melalui alat indra, manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. Lebih dari itu, melalui alat indralah, manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemapuan untuk berinteraksi dengan dunianya. Tanpa alat indra, manusia sama, bahkan mungkin rendah lebih dari rumput-rumputan, karena rumput dapat juga mengindra cahaya dan humiditas  ( Lefrancois, 1974, dalam rahmat, 1994 ). 

Persepsi adalah cara berfikir yang diperoleh dari sensasi yang didapatkan. Kita telah memperoleh sensasi melalui alat indera kita kemudian kemudian stimulus yang kita dapatkan akan diolah oleh otak sehingga akan membangkitkan persepsi. Jadi persepsi didapatkan melalui proses sensasi.

Manusia sebagai makhluk sosial yang sekaligus juga makhluk individual, maka terdapat perbedaan antara individu yang satu dengan yang lainnya (Wolberg, 1967). Adanya perbedaan inilah yang antara lain menyebabkan mengapa seseorang menyenangi suatu obyek, sedangkan orang lain tidak senang bahkan membenci obyek tersebut. Hal ini sangat tergantung bagaimana individu menanggapi obyek tersebut dengan persepsinya. Pada kenyataannya sebagian besar sikap, tingkah laku dan penyesuaian ditentukan oleh persepsinya.

Setiap individu mempunyai sensasi dan persepsi yang berbeda. Sensasi setiap orang dapat berbeda – beda bisa diakibatkan karena fungsi alat indera yang berbeda ataupun kurang sempurna .
Contoh dari pengalaman saya sehari – hari :
Saya memiliki mata yang rabun jauh. Jika saya tidak memakai kacamata, tentu saya tidak bisa melihat objek yang berada pada jarak yang jauh. Berbeda dengan teman – teman saya yang memiliki mata yang normal. Dia pasti akan dapat melihat dengan jelas. Oleh karena itu, sensasi dan persepsi yang kami terima pasti berbeda.  Saya tentunya akan mempunyai persepsi yang salah karena stimulus yang didapatkan kurang sempurna akibat dari penglihatan yang kabur.

Persepsi orang terhadap suatu sensasi juga berbeda – beda. Hal itu diakibatkan oleh kemampuan berfikir dan pengalaman dari setiap individu yang berbeda.
Contoh:
Kemampuan berfikir anak – anak dan orang dewasa pasti berbeda. Oleh karena itu persepsi dapat juga berbeda. Misalnya ketika saya berbicara dengan ibu saya, dan adik saya juga mendengar pembicaraan kami, maka adik saya belum tentu mengerti maksud dari perkataan ibu saya. Misalnya ibu berkata kepada saya “Tolong kamu belikan pesanan ibu yang kemarin ya !” . Berarti saya mempersepsikan bahwa ibu saya menyuruh untuk belanja dan saya sudah tahu apa –apa saja yang mau dibelanjakan. Sedangkan adik saya yang tidak mengalaminya pasti tidak tahu tentang hal itu. Maka dari itu persepsi saya dengan adik saya pasti berbeda.

Proses berfikir yang berbeda bisa diakibatkan oleh pengaruh lingkungan sosio budaya.
Contohnya:
Ketika itu saya pernah berlibur ke Penang. Sewaktu disana, saya agak resah karena ciri khas makanan Malaysia sangat berbeda dengan Indonesia.  Makanan yang ada mempunyai rasa manis sedangkan saya terbiasa memakan makanan yang agak asin dan pedas. Maka persepsi saya dengan warga disana pasti berbeda. Mereka akan merasa bahwa makanan mereka lezat sedangkan saya tidak terlalu merasa enak. Begitulah pengaruh lingkungan sosio budaya yang mempengaruhi persepsi.

Sekian postingan saya kali ini, semoga bermanfaat. Bila ada yang kurang, mohon memberi kritikan :)


Sunday, 24 February 2013

Music is My Soul


Music? Ya music merupakan bagian terbesar dalam hidupku. Tak bisa dipisahkan darinya. Aku menyukai alunan lagu yang dihasilkan dari tuts tuts piano, terutama dalam genre klasik. Rasa hati sangat tentram mendengarnya.

Semua berawal dari ketika aku masih kecil. Ketika umur 6 tahun, orangtuaku memaksaku untuk mengikuti les piano waktu itu. Aku, yang masih kanak – kanak, pasti hanya berfikir untuk bermain dan bermain, malas untuk melakukan hal seperti les dan sebagainya haha.

Tapi sekarang baru aku sadari, ternyata hal itu sangat bermanfaat dan mengasyikkan. Orangtua pasti memberikan yang terbaik. Aku menemukan bahwa bermain piano adalah benar – benar menjadi hobiku dan pereda dikala stress serta juga penyalur suasana hati. Aku sangat bersyukur bisa memiliki hobi ini walaupun aku sedikit menyesal karena sewaktu dulu, aku tidak serius dalam mempelajari piano ini. Jika saja aku tekun, mungkin kemampuan bermainku akan lebih bagus lagi.

Dan baru – baru ini, aku menemukan hobi baru lagi yang pastinya berhubungan dengan music juga yaitu bermain BIOLA. Yah ntah mengapa aku langsung jatuh cinta ketika pertama kali melihat dan mendengarkan langsung permainan biola yang dilakukan oleh temanku.

Dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, aku langsung mempunyai hasrat untuk memiliki biola sendiri dan belajar secara otodidak. Aku tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa AKU PASTI BISA MEMAINKANNYA :D

Saturday, 23 February 2013

Welcome

Welcome to my new blog :D
Semoga dapat bermanfaat bagi semua
Selamat membaca :))
 
Copyright (c) 2010 My Simplicity and Powered by Blogger.